Showing posts with label Analisa. Show all posts
Showing posts with label Analisa. Show all posts

Monday, March 15, 2010

Ponsel Jatuh


Ponsel jatuh tentu bukan masalah baru, dan biasanya hal itu terjadi karena unsur ketidaksengajaan. Terjatuhnya ponsel bahkan bisa menjadi masalah permanen, apalagi jika terjadi berulang-ulang. Tanpa sengaja ponsel kita terjatuh, karena ponsel terjatuh maka ponsel bisa saja mati, setelah itu kita coba nyalakan kembali ponsel kita tetapi ponsel tidak mau nyala kembali alias mati total.

Berikut prosedur perbaikannya :

Hindari untuk langsung memeriksa dan menguji ponsel dengan power supply, hal ini dimaksudkan untuk mencegah hubungan pendek antar komponen ataupun modul dalam ponsel. Sebab kemungkinan besar setelah ponsel terjatuh maka letak daripada komponen ataupun modul dalam ponsel berubah dan tidak pada tempatnya, inilah yang dikuatirkan bisa menyebabkan hubungan pendek antar komponen ataupun modul dalam ponsel.

Jadi usahakan terlebih dahulu ponsel tersebut harus dibongkar, dipanasi (diblower), kemudian kita reposisi kembali letak atau posisi dari tiap-tiap komponen ataupun modul yang berubah letaknya sebagai akibat dari ponsel yang terjatuh tadi.

Setelah kita membongkar, memanasi, dan mereposisi semua letak komponen ataupun modul pada tempatnya maka barulah kita boleh menggunakan power supply untuk memeriksa dan menguji ponsel kita apakah kerusakan terletak pada softwarenya atau hardwarenya.
Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari ponsel yang terjatuh tadi adalah IC PA atau IC Power.

Namun jika jarum skala ampere pada power supply naik sekitar ± 50 mili ampere saat tombol 'on' pada ponsel ditekan, berarti kerusakan terletak pada softwarenya ponsel. Kita lakukan program ulang (flash) pada ponsel sesuai dengan jenis dan versi ponsel anda saat ini atau kita bisa melakukan proses upgrade versi software ke versi software yang lebih tinggi dari versi ponsel anda sebelumnya.

Coba nyalakan ponsel anda kembali, ponsel anda pasti nyala.
READMORE - Ponsel Jatuh

Thursday, February 11, 2010

Ponsel Yang Mati Secara Tiba-Tiba

Ponsel yang sering mati sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, pertama bisa karena penggunaan arus pada komponen power yang terlalu berlebihan, yang kedua karena komponen memory sementara atau yang disebut juga SDRAM sudah lemah, ketiga bisa disebabkan oleh melemahnya komponen konverter tegangan (DC to DC converter) atau yang lebih dikenal dengan sebutan zokus dan kemungkinan yang keempat adalah terjadi bad connect pada komponen data (CPU dan Flash ROM).

Solusi dari permasalahan tersebut yang bisa Anda lakukan sebagai berikut :

- Lakukan rehot/penggantian pada komponen yang bermasalah, seperti IC power (CCONT atau UEM) jika diketahui terjadi kerusakan pada komponen tersebut.

- Rehot atau ganti komponen SDRAM dan Zokus, biasanya komponen tersebut mulai melemah kinerjanya. Untuk memprediksi kerusakan yang berkaitan dengan komponen SDRAM dan Zokus ini, Anda dapat menggunakan cara sebagai berikut. Apabila ponsel mati sendiri dengan waktu diatas 5 menit, ini lebih disebabkan oleh IC SDRAM yang lemah, dan apabila ponsel mati sendiri dengan waktu di bawah 1 menit, ini bisa disebabkan oleh komponen Zokus yang lemah.

- Rehot IC CPU atau cetak ulang kakinya (lakukan dengan hati-hati, karena IC CPU rentan rusak bila terkena panas yang berlebihan).

Semoga sedikit membantu... dan satu lagi jangan lupa untuk tetap berlangganan artikel terbaru langsung ke email Anda...
READMORE - Ponsel Yang Mati Secara Tiba-Tiba

Thursday, January 28, 2010

Keypad Ponsel tidak berfungsi

Kotoran yang masuk ke sela-sela keypad adalah biang kerok kerusakan keypad. Jika masih bisa dibersihkan dan keypad berfungsi normal maka tidak terlalu sulit dikerjakan, akan tetapi jika IC keypad sudah dimasuki kotoran atau terkena air, maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan.

Sebenarnya permasalahan keypad pada ponsel ada beberapa macam meskipun sangat jarang terjadi. Berikut adalah beberapa jenis kerusakan yang disebabkan keypad pada ponsel, lebih baik bila anda menggunakan skema diagram sebagai panduannya.


Berikut ini salah satu contoh rangkaian jalur keypad



a. Apabila salah satu keypad ditekan tetapi tidak berfungsi, misalnya angka 5, kita harus periksa tegangan volt pada tombol 5, bila tegangan volt yang keluar adalah 0 Volt itu berarti tidak ada tegangan yang keluar (masing-masing tombol keypad memiliki tegangan sekitar 1.2 - 1.8 Volt, tergantung dari type ponsel). Hal ini bisa disebabkan oleh koneksi yang buruk pada jalurnya (cek emif), sebelumnya coba bersihkan dulu lempengan kuningan pada PCB, apabila masih belum berhasil coba cek rangkaian jalur secara vertikal dan horisontal.

b. Semua keypad tidak berfungsi alias hang, coba periksa terlebih dulu apakah IC Power masih baik, cukup lakukan pemanasan saja jika masih baik, dan gantilah bila sudah rusak.

c. Bila salah satu keypad ditekan maka angka yang keluar tidak sama, misalnya kita tekan angka 5 tetapi yang keluar angka 1. Bila sudah diperiksa tegangan yang keluar adalah 2.0 Volt, kerusakan seperti ini bisa disebabkan karena koneksi yang kurang baik, emif keypad rusak atau putus jalur. Ada beberapa kasus seperti ini bisa juga disebabkan karena salah dalam proses flashing.

d. Salah satu tombol ditekan maka ponsel menjadi mati, bila tegangan yang diperiksa adalah 2.8 Volt, maka cek terlebih dulu IC Power, coba panasi terlebih dulu atau ganti bila sudah rusak.

e. Hang (saat ponsel dinyalakan kemudian semua tombol macet). Pada kasus ini lebih dikarenakan CPU yang bermasalah, rehot CPU atau cetak ulang, bila masih bermasalah ganti dengan yang baru. Kemudian lakukan flash ponsel dengan versi terbaru.

Bila Anda menyukai artikel ini silahkan berlangganan artikel terbaru via email
READMORE - Keypad Ponsel tidak berfungsi

Friday, January 8, 2010

Mengatasi kerusakan LCD

Beberapa kerusakan yang sering terjadi pada LCD diantaranya :

LCD garis
Pada tampilan layar terdapat garis hitam, jenis kerusakan ini terdapat pada hardware LCD. Solusi lakukan penggantian LCD.

LCD Blank
Pada tampilan layar tidak ada gambar ataupun tulisan sama sekali, umumnya terjadi pada ponsel clamshell atau ponsel lipat. Flexible merupakan penghubung antara mesin ponsel dan LCD. Jika terjadi kerusakan pada komponen ini maka LCD ponsel blank atau mati, bias disebabkan karena terkena air atau jatuh.

Noda hitam pada sudut LCD
Bila LCD hitam putih anda dapat mencoba untuk memanasi permukaan LCD dengan blower pada setelan panas terendah dan biarkan LCD menjadi hitam lalu dinginkan, jika masih ganti LCD.

Gambar muncul lalu hilang
Rubber atau soket LCD kotor, coba bersihkan terlebih dahulu.


Penyelesaian :

1. Cek LCD tersebut dengan mencoba mengganti LCD lain yang kondisinya normal.
2. Untuk ponsel clamshell, coba dengan mengganti Flexible dengan yang baru karena itu merupakan penghubung antara mesin dengan LCD.
3. Bila setelah diganti kondisi tetap sama, maka lakukan pengecekan pada IC emif. Untuk DCT-3 kerusakan bisa terjadi pada IC CPU.
4. Untuk ponsel DCT-4 lakukan pemanasan pada IC emif atau ganti dengan yang baru.

Blank Putih pada LCD juga dibedakan menjadi 2 bagian :
1. Blank putih (ponsel rusak). Bisa disebabkan kareda rusak pada data/program ponsel, lakukan flashing ulang.
2. Blank Putih (ponsel normal). Bisa disebabkan jalur yang putus, bisa dilakukan jumper. Baca juga cara pengukuran dengan Avometer untuk mengetahui jalur yang putus.
READMORE - Mengatasi kerusakan LCD

Monday, January 4, 2010

Mengatasi Signal Ponsel Nokia

Bagian signal atau RF (Radio frequensi) pada ponsel terdiri dari 2 bagian besar, yaitu bagian penerima (RX) dan bagian Transmit (TX).


Kerusakan pada Bagian RX dibagi menjadi dua jenis :

1. Low RX

Ciri :
- Pada saat cari manual hanya dapat 1 atau 2 jaringan saja
- Biasanya proses searching tidak lebih dari 4 detik sudah tidak dapat jaringan.

Solusi : kerusakan biasanya belum sampai ke IC RF, maka bisa coba anda lakukan penggantian mulai dari switch antenna, coupler ataupun bagian antennanya.

2. No Rx

Ciri : Pada saat cari manual sama sekali tidak dapat jaringan operatornya.

solusi :
- Cek Output dari RF (RXi dan RXq) menggunakan oscilloscope, jika bagus maka kerusakan pasti pada IC Audio (Biasanya sudah digabung pada IC Power pada DCT4 dan WD2, dan Pada BB5 biasanya pada Rap3G).
- Cek tegangan kerja IC RF ; misalnya vr1,vr2,vr4,dst jika ada yang gak ada maka kerusakan pada IC Power, namun bisa juga tidak perlu mengganti IC Power namun kita ambilkan dari tegangan lain yang nilainya sama.
- Cek tegangan kerja vco jika tidak ada maka ganti IC Power atau ambilkan tegangan dari tegangan yang nilainya sama.
- cek keluaran VCO (Volt Control Osilator) normal apa tidak dengan menggunakan oscilloscope, jika tidak normal maka kerusakan pada VCO.
- Cek tegangan dari UPP yaitu Sdata, Ssena dan Sclock, jika tidak ada maka kerusakan pada CPU.
- Cek Keluaran crystal 26Mhz ada keluar 26Mhz / 38Mhz apa tidak menggunakan Frequensi Counter jika berkurang maka kerusakan pada crystal 26mhz/ 38Mhz

Kesimpulan No RX
Dapat disebabkan oleh :IC Power, IC RF, Crystal 26Mhz/38Mhz, VCO ataupun CPU.


Kerusakan bagian TX juaga dibagi menjadi 2 bagian :

1. Low TX
Ciri : Dapat signal tapi turun naik atau dapat signal tapi susah untuk telpon.

Solusi : Biasanya kerusakan paling sering terjadi pada IC PA (Power Amflifier) dan Switch Antenna

2. No TX

Ciri : Apabila dicari manual hanya mendapat 3 jaringan operator namun saat dipilih muncul keterangan "No Acces"

Solusi :
- Cek Keluaran TX (yaitu TXi dan TXq dari Ic audio (UEM/UPP), jika tidak ada maka kerusakan pada IC Audio.
- Cek Vr2 (Hanya tegangan ini yang digunakan).jika tidak ada ambilkan tegangan dari yang lain yang nilainya sama.
- Cek Coupler antara IC rf dan Pa
- Cek tegangan kerja IC PA.
- Cek IC PA
- Cek Switch Antenna

Kesimpulan No TX
Bisa disebabkan oleh IC Audio (UEM/Rap3g), IC Power, Coupler, IC PA, dan Switch Antenna.
READMORE - Mengatasi Signal Ponsel Nokia

Tuesday, December 15, 2009

Pengecekan ponsel masuk air

Beberapa hal yang harus diperhatikan apabila ponsel masuk air ataupun terkena hujan sehingga menyebabkan ponsel tersebut bisa mati suri, tapi ada baiknya sebelum anda memustuskan bahwa ponsel tersebut mati suri anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini :

1. Untuk ponsel yang terkena air tidak dianjurkan untuk langsung menggunakan power supply dalam memeriksa ponsel, karena mempunyai resiko hubungan pendek antar komponen ataupun modul dalam ponsel dengan mediator air sebagai penghantar.

2. Ponsel terlebih dahulu harus dikeringkan dari segala air yang masuk ke dalam ponsel. Bisa dilakukan dengan cara seperti membuka ponsel lalu dijemur, ponsel di keringkan menggunakan blower dengan terlebih dahulu diberi cairan IPA atau bisa juga menggunakan butiran silika untuk menyerap air yang ada pada ponsel.

3. Setelah ponsel sudah bisa dipastikan telah benar-benar kering dari segala cairan, maka barulah anda bisa menggunakan power supply untuk mengetahui jenis kerusakan pada ponsel.

4. Perhatikan indikator jarum ampere pada power supply, apabila jarum ampere naik lebih kurang 0,02 ampere saat tombol on ditekan dan didapati jarum ampere diam tidak naik lagi ataupun turun berarti bisa dimungkinkan bahwa kerusakan sementara terletak pada software ponsel, untuk kerusakan software bisa dilakukan program ulang (flashing) pada ponsel sesuai dengan jenis dan versi ponsel ataupun anda bisa melakukan proses upgrade versi software ke versi yang lebih tinggi dari versi yang sebelumnya.

5. Bila didapati jarum ampere naik sebelum tombol on ditekan berarti jenis kerusakan dipastikan pada hardware ponsel, karena masih terjadi short antar komponen yang menyebabkan jarum ampere tersebut naik sebelum tombol on ditekan. Anda bisa melakukan dengan menggunakan blower untuk memanasi/menggoyang ic tersebut dengan memberi cairan flux terlebih dahulu, terutama ic yang berhubungan langsung dengan jalur VBatt. Setelah itu lanjutkan kembali pengecekan dengan menggunakan power supply...

Apabila masih didapati permasalahan yang menyebabkan ponsel tersebut belum kembali normal, silahkan ganti ponsel dengan yang baru dilanjutkan dengan artikel saya yang lain tentang software dan hardwarenya :)
READMORE - Pengecekan ponsel masuk air

Saturday, December 5, 2009

Batery drop saat menelpon

Banyak sekali keluhan yang disampaikan oleh para pemakai ponsel kepada teknisi, batery saya cepat habis ataupun ponsel saya hidupkan tapi batery low, padahal baterynya baru dan bagus. Dari berbagai macam permasalahan tersebut disini akan saya ulas, sehingga kita punya gambaran solusi pemecahan dari masalah tersebut khususnya bagi para teknisi pemula.

Kerusakan ini diakibatkan dari konsumsi daya yang dibutuhkan pada waktu melakukan panggilan atau transmit tidak mencukupi. Beberapa komponen yang menyebabkan nyedot batery adalah komponen yang langsung mendapat power dari batery (VBat), dan komponen tersebut diantaranya IC PA (Power Amplifier)

Pada IC PA sering sekali terjadi korsleting (short), baik yang full short atau yang semi short. Hal ini bisa disebabkan karena ponsel jatuh, benturan ataupun karena kena air. Jika full short menyebabkan ponsel tersebut matot (mati total) dan jika terjadi semi short akan berakibat nguras batery atau nyedot batery.

Langkah penyenyelesaian

1. Cek batery lebih dulu, kemungkinan batery tidak normal.

2. Cek jalur bagian IC PA dan Antena switch.

3. Gunakan power supply, saat ponsel anda masih dalam keadaan mati (off) maka lihatlah jarum ampere pada power supply tidak akan bergerak. Namun pada saat menyalakan ponsel dan melakukan panggilan dengan ponsel, maka akan dilihat jarum ampere menunjukkan angka diatas 400 mili ampere, sedangkan angka normal pada saat ponsel melakukan panggilan adalah di bawah angka 400 mili ampere.

4. Amati nomor seri IC tersebut apakah sesuai sesuai dengan type ponsel.

5. Angkat IC PA dan analisa kondisi dari kaki IC tersebut.

6. Lakukan penggantian pada IC PA.

7. Setelah itu lakukan pemeriksaan dan pengujian ulang pada ponsel seperti cara diatas, apabila sekarang hasil dari jarum ampere berada di bawah nilai 400 mili ampere maka ponsel sudah dalam keadaan baik.

8. Nyalakan ponsel, maka ponsel akan berfungsi dengan baik.

semoga sedikit membantu...
oia... jangan lupa berkunjung di sini ya :)
READMORE - Batery drop saat menelpon

Tuesday, November 10, 2009

Membedakan kerusakan Hardware & Software ponsel

Secara garis besar keruskan yang terjadi pada ponsel dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu kerusakan pada area hardware atau area software. Terkadang dalam membedakan jenis kerusakan yang ada, kita sedikit dibuat bingung manakala kerusakan tersebut tidak menunjukkan gejala yang spesifik mengarah pada salah satu kriteria, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi keputusan disaat akan memulai repair ponsel tersebut.

Penjelasan dibawah ini mungkin dapat membantu memberikan solusi bagi Anda, khususnya untuk kasus kerusakan yang sulit dibedakan area kerusakannya.


Bluetooth Error

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui jenis kerusakan pada Bluetooth.

1. Dengan mengaktifkan Bluetooth ponsel, jika tidak ada reaksi maka Bluetotth ponsel tersebut sedang bermasalah. Prosentase yang bisa diterapkan adalah 75% untuk kerusakan software dan 25% kerusakan pada hardware.

2. Dengan mengaktifkan fitur Gallery, bila ternyata susah dibuka alias error maka dapat dipastikan kerusakan terletak pada IC Bluetooth modul. Prosentase yang bisa diterapkan adalah 75% untuk kerusakan hardware dan 25% kerusakan pada software.

3. Disaat reflash data ponsel secara tiba-tiba berhenti ditengah jalan dengan disertai munculnya pesan error 9 pada software UFS, ini berarti menunjukkan bahwa IC Bluetooth modul bermasalah. Prosentase yang bisa diterapkan adalah 75% untuk kerusakan hardware dan 25% kerusakan pada software.


Solusi

Contoh kasus pertama dapat kita temui pada ponsel Nokia 7610, 6670 dan 3230... perbaikan secara software dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Untuk Nokia 7610 dan 6670 gunakan file khusus repair Bluetooth, reflash ponsel seperti biasa dan tulis ulang data PM menggunakan file repair tersebut.

Nokia 3230, Anda hanya perlu reflash ulang ponsel dan setelah itu tekan tombol repair Bluetooth

Sedangkan pada kasus kedua dan ketiga, harus dilakukan repair secra hardware, dalam hal ini adalah dengan cara penggantian komponen yaitu IC Bluetooth modul.
READMORE - Membedakan kerusakan Hardware & Software ponsel

Saturday, November 7, 2009

Belajar dari LOG program flasher UFS

Dengan menggunakan UFS kita juga dapat mengetahui kerusakan hardware pada ponsel BB5, dengan cara membaca LOG yang ditampilkan pada program UFS.

Berikut ini ada beberapa tampilan LOG,  saya mencoba sendiri dengan menggunakan ponsel N70..


N70 Mati Total


N70 Mati Total ke-1


1ST BOOT : C0,0C [Rm-84]
OMAP ID : 17100701
OMAP MODE : 00
OMAP PBID : 9D96F399FD6214CB7E24DB8E4BD884ACB7761C90
OMAP HASH : 2C05369F57CC3C4CF9E783E83D9B512B
OMAP ROID : AB5E4ADB27A06946
RAPx ID : 000000010000022600010006000C192101002200
EM 1 ID : 00000232
EM 2 ID : 00000353
RAPx PBID : 02B001019C7C5A5142281C8BA86E61E45092D9F3
RAPx MODE : 00
RAPx HASH : E9EFF4BFAA5393217CA6B17755FC3E14
RAPx ROID : F28A211FCEA7B19D
CMT 1ST Boot OK
CMT 2ND Bt: RAP3Gv2_2nd.fg, Ver: 1.14.5
CMT UNKID : 32 0200000001C300
CMT 2ND Boot OK
CMT ALGO : RAP3Gv3_algo_fps8.fg, Ver: 1.12.5
Check Product, Use newer Flash Update Pack
00000000: 02 00 00 00 00 D1 72 ......r
ERR: CMT ALG Boot CERT MISM
Rebooting Mobile

> Kerusakan bisa disebabkan karena jalur VPP ke IC Flash NOR putus, coba cek jalurnya terlebih dulu


N70 Mati Total ke-2

1st BOOT : C0,0C [Rm-84]
HELEN ID : 17100701
HELEN MODE: 00
HELEN PBID: 55EF7AF2166658B2C24A3C1EFAAF5242CD8D64C2
HELEN HASH: 2C05369F57CC3C4CF9E783E83D9B512B
HELEN ROID: AB5E4ADB27A06946
RAPx ID : 000000010000022600010006000C192101002200
EM 1 ID : 00000232
EM 2 ID : 00000341
RAPx PBID : 0830010DD8B84F5796DF740E51C369ACD95EA7DC
RAPx MODE : 00
RAPx HASH : E9EFF4BFAA5393217CA6B17755FC3E14
RAPx ROID : F28A211FCEA7B19D
CMT 1st Boot Ok
CMT 2nd Bt: RAP3Gv2_2nd.fg, Ver: 1.9.2
CMT FLID0 : 00010002-00000111, Amd No Name
CMT FLCNT : 000000000000000000000000000000000000
CMT 2nd Boot OK
CMT ALGO : RAP3Gv3_algo.fg, Ver: 1.9.3
00000000: 02 00 00 00 00 F1 72 ......r
ERR: CMT Alg Boot Alg Bodr:
Rebooting Mobile

> Sepertinya kasus ini hampir sama dengan yang pertama, akan tetapi jika diteliti maka dapat diketahui IC Flash terdeteksi NO NAME (lihat log)

> Ini terjadi akibat ponsel pernah jatuh ,rebal ulang kaki IC _normal

> Secara teori, NO NAME bisa juga krn kerusakan Flash ..


Product Selection Missmatch

1ST BOOT : C0,07 [Rm-84]
RAPx ID : 000000010000022600010006010C192101003000
EM 1 ID : 00000232
EM 2 ID : 00000353
RAPx PBID : 0C5001097EA20154DD0D85DB30E07C60899DE47C
RAPx MODE : 00
RAPx HASH : BAF3A9C3DBFA8454937DB77F2B8852B1
RAPx ROID : 273F6D55DFAAF68F
CMT 1ST Boot OK
Rebooting Mobile

>Kasus ini dapat terjadi tidak hanya pada ponsel mati tapi bisa juga pada ponsel normal

>Ini diakibatkan dari Bug dalam autodetect product, selain RM-1 6630

>Solusinya gunakan system manual


N70 Mati Total ke-3

1ST BOOT : C0,0C [Rm-84]
OMAP ID : 17100701
OMAP MODE : 00
OMAP PBID : 3271B4D0A1BC32C77C013C5ADF9DC1AA8453F6F1
OMAP HASH : 2C05369F57CC3C4CF9E783E83D9B512B
OMAP ROID : AB5E4ADB27A06946
RAPx ID : 000000010000022600010006000C192101002200
EM 1 ID : 00000232
EM 2 ID : 00000353
RAPx PBID : 1430001828E158517138EDE08E11E9D32C6AF6E6
RAPx MODE : 00
RAPx HASH : E9EFF4BFAA5393217CA6B17755FC3E14
RAPx ROID : F28A211FCEA7B19D
CMT 1ST Boot OK
CMT 2ND Bt: RAP3Gv2_2nd.fg, Ver: 1.21.0
CMT FLID0 : 00EC2250-00000121, Sam K8S6415ETB
CMT FLCNT : 00000000000000000000000000000000000000
CMT MCID0 : FFFF0000-00000000
CMT 2ND Boot OK
CMT ALGO : RAP3Gv3_algo.fg, Ver: 1.31.0
CMT VPP : Internal
CMT ALG Boot OK
APE 2ND Bt: helen3_2nd.fg, Ver: 1.35.0
00000090: 00 00 ..
ERR: APE 2ND Boot FLB1_MSG_C2: APE 2ND CONF:
Rebooting Mobile

> Lokasi kerusakan di area OMAP , NAND dan sekitarnya.
READMORE - Belajar dari LOG program flasher UFS

Thursday, November 5, 2009

Sistem Kerja Ponsel (2)

Ini masih ada kaitannya dengan artikel yang sebelumnya tentang sistem kerja ponsel, sengaja saya lanjutkan disini karena saya rasa terlalu panjang pemahamannya tentang sistem transmisi ini...


Transmisi data informasi

Pada dasarnya system transmisi pada system komunikasi terdapat dua system, bagian penerimaan (receiver) yang berfungsi sebagai penerimaan data informasi suara ataupun data alfanumerik dan grafik dari base station kepada handphone. Sedangkan bagian pemancaran (transmitter) berfungsi sebagai pengiriman data informasi suara ataupun data alfanumerik, grafik dan proses registrasi jaringan.

Proses registrasi jaringan

1. Inisialisasi
Pertama kali ponsel anda melakukan proses pemanggilan disebut dengan inisialisasi. Hal ini terjadi saat anda pertama kali mengaktifkan ponsel anda. Anda akan mendapatkan koneksi dari sell site terdekekat, kemudian jaringan seluler akan melakukan pemeriksaan account atau keanggotaan anda masih aktif atau tidak, maka panggilan anda akan diproses lebih lanjut.

2. Pemeriksaan daftar frekuensi
Ponsel anda akan melakukan pemeriksaan daftar frekuensi yang ada di SIM anda. Pemeriksaan meliputi kualitas aliran frekuensi carrie, kemudian mencari Broadcash Control Channel atau BCCH. Setiap BCCH akan mentransmisikan penanda data yang unik, membedan antara AMPS dan GSM. Di system AMPS menggunakan system frekuensi radio yang terdedikasi pada setiap sel, sedangkan pada GSM semua frekuensi dapat membawa informasi, akan tetapi yang lebih penting adalah channel yang digunakan untuk aliran datanya bukan radio frekuensinya

3. Identifikasi informasi
Base station atau Broadcash Control Center akan melanjutkan pengiriman untuk melakukan identifikasi informasi tentang sell site. Identitas jaringan tersebut adalah Carreier wireless itu sendiri, kode area lokasi saat itu, dan frekuensi yag digunakan, serta informasi tentang sel sekitarnya. Kesemua informasi tersebut digunakan untuk mengetahui apakah ponsel anda sedang aktif dan membutuhkan pelayanan. BCCH adalah bukan merupakan frekuensi radio yang didedicated. BBCH akan menggunakan channel yang akan membawa informasi dalam bentuk bit pada semua frekuensi didalam sebuah sel.

4. Pemeriksaan Broadcash Control Control Channel
Frekuensi radio ponsel akan melakukan pemeriksaan bradcash control channel, dimana ponsel anda akan mengirimkan sinyal untuk memeriksa apakah sinyal tersebut masih di dalam jangkauan. Ponsel akan melakukan scanning seperti radio keseluruh daftar frekuensi BCCH satu-persatu serta memeriksa penerimaan sinyal. Pengukuran akan dilakukan pada setiap level channel. Cell site akan mengirimkan sinyal kuat ke ponsel anda. Sementara itu di broadcash control channel yang merupakan mobile monitor melakukan data stream dari ase station yang disebut frekuensi control burs atau frequency control channel burs (FCCB). Sinyal ponsel mobile anda akan melakukan sinkronisasi dengan system selular dengan sarana koneksi wireless. Setelah ponsel anda dengan base station telah berkomunikasi, maka semuanya siap digunakan.


Pemancaran data informasi

1. Pengolahan signal data suara, grafik, alfanumerik.
Disaat pengguna handphone sedang melakukan komunikasi, maka gelombang sinyal suara yang dihasilkan dari pengguna ponsel akan merambat di udara. Gelobang signal suara tersebut akan di terima oleh microphone untuk dirubah menjadi gelombang elektromagnetik. Dan akan dilanjutkan kepada bagian audio processor untuk dikuatkan dan diproses.
Jika pengguna handphone melakukan sms, maka perintah yang di ketik oleh pengguna handphone kepada keyboard akan di proses oleh CPU (Central Proccesor Unit)

2. Perubahan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter)
Pada bagian ini signal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk signal analog. Sebab pada bagian RF masih menggunakan signal berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital. Hal ini perlu adanya penyesuaian antara dua karakter yang berbeda agar dapat saling berhubungan.
Selanjutnya signal data informasi yang telah di konversikan akan dilanjutkan kepada bagian RF.

3. Pencampuran signal data dengan signal pembawa.
Signal data informasi akan dikirim kepada base station, tentunya harus ada yang membawa signal data informasi tersebut. Oleh karena itu signal data informasi akan dicampur dengan signal pembawa oleh RF processor. Signal pembawa pada teknologi GSM mempunyai kisaran frekuensi 900-1900 MHz, gelombang ini awalnya dihasilkan oleh VCO, dimana VCO akan menghasilkan gelombang sebesar 3420-3840 MHz yang selanjutnya akan di olah oleh RF processor.
Setelah signal data informasi sudah dicampur dengan signal pembawa maka akan dilanjutkan kepada bagian penguatan.sistem ini dinamakan dengan Modulasi.

4. Penguatan akhir
Signal data informasi yang sudah dicampur dengan signal pembawa akan diterima oleh base station, sedangkan jarak handphone kepada base station cukup jauh. Maka signal tersebut harus betul-betul kuat agar dapat di terima oleh base station. Maka signal tersebut harus diperkuat oleh PA Power Amplyfier. Bila penguatan akhir pada bagian pengiriman tidak berfungsi dengan baik maka ponsel tidak akan bisa meregistrasikan jaringan kepada operator, hal ini di sebabkan karena base station tidak dapat menerima signal data informasi dari handphone.

5. Pembagian jalur Transmisi
Setelah dikuatkan maka signal akan dilanjutkan kepada antenna switch untuk di hubungkan kepada antenna. Antenna switch dapat di analogikan seperti bandara, dimana pada bagian transmisi data informasi pada handphone terdapat dua jalur, yaitu penerimaan dan pemancaran. Maka tanpa adanya antenna switch signal yang di terima dengan signal yang akan dipancarkan akan saling bertabrakan, karena pada teknologi GSM hanya ada terdapat satu jalur yang sebut dengan system TDMA.

6. Pemancaran ke base station
Signal selanjutnya akan dipancarkan melalui antenna kepada base station. Antenna akan menetukan hasil dari pemancaran, maka lemah atau kuatnya signal tergantung dari kualitas antennanya.


Penerimaan data informasi

1. Penerimaan data dari base station
Signal informasi yang dipancarkan base station akan diterima terlebih dahulu oleh antenna handphone. Dan selanjutnya akan di teruskan kepada antenna switch untuk di teruskan kepada LNA.

2. Pembagian jalur transmisi
Agar signal pemancaran dengan signal penerimaan tidak bertabrakan, maka akan dibagi terlebih dahulu transmisi signalnya oleh antenna switch.

3. Penguatan awal
Agar signal dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, signal yang dipancarkan oleh base station akan dikuatkan terlebih dahulu oleh LNA (Low Noise Amplyfier). LNA bukan saja difungsikan sebagai penguatan saja, tetapi dapat di fungsikan sebagai pemotong noise (desah).

4. Pemisahan signal pembawa dengan signal informasi
Signal yang dihasilkan oleh LNA masih tercampur dengan signal pembawa, agar dapat diproses oleh bagian DSP (Digital signal proccersor) maka signal data informasi harus dipisahkan terlebih dahulu oleh RF processor. System ini dinamakan dengan Demodulasi.

5. perubahan signal analog menjadi signal digital (D/A Converter).
Pada bagian ini signal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk signal digital. Sebab pada bagian RF masih menggunakan signal berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital. Hal ini perlu adanya penyesuaian antara dua karakter yang berbeda agar dapat saling berhubungan.
Selanjutnya signal data informasi yang telah di konversikan akan dilanjutkan kepada bagian processor utama (CPU). Bila signal data informasi tersubut adalah suara maka akan dilanjutkan kepada audio amplifier.

6. Penguatan akhir pada signal suara
Bila signal data informasi tersebut data suara, maka akan dikuatkan terlabih dahulu oleh audio amplifier sebelum dilanjutkan kepada speakers. Signal audio tersebut akan dirubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya akan di hubungkan kepada speakers agar signal elektromagnetik tersebut menjadi signal suara yang merambat diudara agar dapat di dengar oleh telinga manusia.


Semoga mudah dipahami



READMORE - Sistem Kerja Ponsel (2)

Sistem Kerja Ponsel

Sebelum anda melangkah lebih jauh tentang mereparasi handphone, tentunya kita harus memahami dulu prinsip kerja handphone agar dapat mempermudah proses analisa kerusakan pada ponsel.

Pada kesempatan ini saya akan membahas secara garis besar dan secara umum tentang sistem kerja ponsel, karena perkembangan teknologi selular saat ini akan selalu berubah sesuai dengan perkembangannya.


Pusat pengolahan perintah input/output.

Perintah input
Setiap anda melakukan perintah kepada ponsel, misalkan mengetik sms, memainkan game, merubah pengaturan ponsel, merekam suara, foto, dan lain-lain. Semua perintah diatas merupakan suatu perintah dari pengguna ponsel kepada ponsel, dimana perintah tersebut bisa melewati alat seperti: keypad, kamera, infra red, Bluetooth. Semua perintah input tersebut akan diterima oleh CPU, kemudian CPU akan mengolah semua perintah masukan tersebut. CPU dapat memproses semua perintah input berdasarkan data operating system yang terdapat pada IC flash. IC flash akan menyimpan data input tersebut bila diperintahkan oleh CPU, Sedangkan IC RAM akan menerima data dari CPU untuk sementara.

Perintah Output
CPU akan memberikan terusan perintah dari perintah input, perintah dari CPU sangat universal pada keseluruhan system navigasi handphone misalkan: memberikan perintah untuk menampilkan informasi grafik pada LCD, memberikan perintah kepada UI (vibrator, buzzer, led), memberikan perintah kepada power supply untuk meretribusikan tegangan, dan lain-lain.


Power Supply

Power up/down (On/Off)
Proses untuk menghidupkan ponsel tidak sama dengan rangkaian elektronik biasa seperti TV radio dll. Pada system handphone hampir sama dengan computer, dimana proses menghidupkan ataupun mematikan tidak dengan cara melepaskan hubungan daya kepada power supply. Pada system computer sebenarnya bila diberikan daya, system tersebut berfungsi hanya saja dalam keadaan nonaktif, bila di analogikan kepada manusia dalam keadaan tertidur, dimana system tersebut akan siap diberi perintah kapanpun untuk mengaktifkan semua system. Oleh karna itu bila handphone telah di pasangkan battery maka tegangan battery akan langsung masuk kepada IC power Supply, disaat bersamaan IC power supply akan memberikan tegangan kepada bagian processor. rangkaian SW On/Off handphone dapat anda lihat pada gambar diawah ini.

Distribusi tegangan
Rangkaian pada handphone terdapat banyak subsistemnya, yang mana setiap sub system mempunyai kebutuhan supply tegangan yang berbeda-beda dan pada setiap system akan diberikan tegangan bila disaat diperlukan. Daya pada handphone pertama diberikan oleh battery, tegangan dari battrey akan dilanjutkan kepada IC power supply, oleh IC power supplylah semua supply tegangan akan diberikan tergantung kebutuhannya.

Pengisian battery
Proses pengisian battery pada handphone sangat teliti sekali, dimana system pengisian akan diatur secara komputerisasi. Tegangan battery akan di diteksi oleh IC power supply dan CPU, bila battery dalam keadaan penuh maka handphone akan menolak pengisian dari trafo charger. System pengisian ini diproses oleh IC charging.

Bila ini sudah dipahami silahkan lanjut di sistem kerja ponsel (2)



READMORE - Sistem Kerja Ponsel